Rabu, 21 Oktober 2009

ZAMAN BATU

Zaman ini terbagi menjadi 4 zaman yaitu :

Palaeolithikum (Zaman Batu Tua)

Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan.

Contoh alat-alat tsb adalah :

  1. Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong).
  2. Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa yaitu alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi.
  3. Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.

Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.

Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi Kebudayaan Pacitan dan Ngandong.

Manusia pendukung kebudayaan ini adalah :

  1. Pacitan : Pithecanthropus dan
  2. Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.


Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)

Ciri zaman Mesolithikum :

  1. Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
  2. Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah).

Alat-alat zaman Mesolithikum :

  1. Kapak genggam (peble)
  2. Kapak pendek (hache Courte)
  3. Pipisan (batu-batu penggiling)
  4. Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
  5. Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores

Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang
disebut “Abris Sous Roche” Adapun alat-alat tersebut adalah :

  1. Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
  2. Ujung mata panah,
  3. Batu penggilingan (pipisan),
  4. Kapak,
  5. Alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
  6. Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya: Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)

Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :

  1. Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
  2. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
  3. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche

Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua –
Melanosoid.


Neolithikum (Zaman Batu Muda)

Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.

Contoh alat tersebut :

  1. Kapak Persegi, misalnya Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
  2. Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
  3. Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
  4. Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jawa
  5. Pakaian (dari kulit kayu)
  6. Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)

Manusia pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khmer –Indochina).


Megalithikum (Zaman Batu Besar )

Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :

  1. Menhir, adalah tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemujaan untuk memperingati arwah nenek moyang
  2. Dolmen, adalah meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang, Adapu;a yang digunakan untuk kuburan
  3. Sarchopagus atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup
  4. Kubur batu/peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain
  5. Punden berundak-undak, bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat


Cara manusia purba mengumpulkan makanan bagi mereka sendiri :

FOOD GATHERING

Ciri zaman ini adalah :

  1. Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan
  2. Nomaden, yaitu Hidup berpindah-pindah dan belum menetap
  3. Tempat tinggalnya di gua-gua

Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar,
tulang dan tanduk rusa. Zaman ini hampir bersamaan dengan zaman batu tua (Palaeolithikum) dan zaman batu tengah (Mesolithikum).

FOOD PRODUCING

Ciri zaman ini adalah :

  1. Telah mulai menetap
  2. Pandai membuat rumah sebagi tempat tinggal
  3. Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma
  4. Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat
  5. Alat-alat terbuat dari kayu,tanduk,tulang, bambu,tanah liat dan batu
  6. Alat-alatnya sudah diupam/diasah

Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan Zaman Megalithikum (zaman batu besar).

Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Arkeologi Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau melalui benda-benda artefak. Dari hasil penelitian para ahli arkeologi, maka tabir kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia dapat diketahui.

Berdasarkan penggalian arkeologi maka prasejarah dapat dibagi menjadi 2 zaman, seperti pada uraian materi berikut ini :


A. Zaman Batu

Zaman batu menunjuk pada suatu periode di mana alat-alat kehidupan manusia umumnya dominan terbuat dari batu, walaupun ada juga alat-alat tertentu yang terbuat dari kayu dan tulang. Dari alat-alat peninggalan zaman batu tersebut, melalui Metode Tipologi (cara menentukan umur berdasarkan bentuk atau tipe benda peninggalan), maka zaman batu dibedakan lagi menjadi 3 periode, yaitu:

1. Batu Tua/Palaeolithikum

Merupakan suatu masa di mana alat-alat hidup terbuat dari batu kasar dan belum diasah/diupam, sehingga bentuknya masih sederhana. Contohnya: kapak genggam.

2. Batu Tengah Madya/Mesolithikum

Merupakan masa peralihan di mana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih baik dan lebih halus dari zaman batu tua. Contohnya: Pebble/Kapak Sumatera.

3. Batu Muda/Neolithikum

Merupakan suatu masa di mana alat-alat kehidupan manusia dibuat dari batu yang sudah dihaluskan, serta bentuknya lebih sempurna dari zaman sebelumnya. Contohnya: kapak persegi dan kapak lonjong.


B. Zaman Logam

Perlu ditegaskan bahwa dengan dimulainya zaman logam bukan berarti berakhirnya zaman batu, karena pada zaman logampun alat-alat dari batu terus berkembang bahkan sampai sekarang. Sesungguhnya nama zaman logam hanyalah untuk menyatakan bahwa pada zaman tersebut alat-alat dari logam telah dikenal dan dipergunakan secara dominan. Zaman logam disebut juga dengan zaman perundagian.

Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan di Eropa, karena zaman logam di Eropa mengalami 3 fase/bagian, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Sedangkan di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya tidak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan. Dan hasil temuan yang lebih dominan adalah alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam disebut juga dengan zaman perunggu.

TUGAS INDIVIDU MATERI PEMBAGIAN ZAMAN BATU

Lengkapi pertanyaan berikut dengan pembagian zaman bedasar arkeologi

1 Zaman batu tua (Palaeolitikum)

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

JENIS PENINGGALAN:

2 Zaman batu madya /tengah (mesolitikum)

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

JENIS PENINGGALAN:

3 Zaman batu muda / baru (Neolitikum)

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

JENIS PENINGGALAN:

4 Zaman batu besar (megalitikum)

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

JENIS PENINGGALAN:

5 Zaman tembaga

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

JENIS PENINGGALAN:

6 Zaman perunggu

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

JENIS PENINGGALAN:

7 Zaman besi

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

JENIS PENINGGALAN:

Kamis, 08 Oktober 2009

Sekolah alam saja...!

Sebuah pembelajaran yang jujur, tanpa ada sikap munafik, dan tidak mengedepankan kesewanangan hanya akan bisa kita dapatkan justru setelah kita keluar dari sekolah. Banyak hal yang tidak terjangkau di kurikulum sekolah, justru diajarkan di luaran sana. Para pembelajarnya pun sangat universal--meski tanpa istilah 'internasional' seperti yang didemeni oleh para pendidik sekarang. Sekolah alam bisa memberikan banyak kegiatan yang disuka oleh banyak orang.Sekolah alam sangat ramah kepada semua orang, tidak usah mendaftar pun diikutkan menjadi siswa atau mahasiswanya. Sekolah alam adalah untuk semua orang.

Sekolah alam tidak menggunakan 'Pakta Kejujuran' yang dirasa banyak orang tidaklah begitu jujur. Namun kejujuran selalu dan pasti diterapkan di sekolah alam. Berakal, berhati dan berbudi adalah misi utama di sekolah alam. Sekolah alam berprinsip untuk mengembalikan jati diri manusia menjadi manusia kembali. Sekolah memberikan kesempatan kepada semua pembelajarnya untuk berpacu meraih tingkatan yang tertinggi sebagai 'manusia cinta'.

Situasi sekolah yang menjanjikan perkembangan mental yang sehat selalu menjadi prioritas utama di sekolah alam.

Senin, 31 Agustus 2009

Klaim dan 'nrima ing pandum'

Belakangan ini kita sebagi bangsa Indonesia patut miris dengan adanya klaim oleh Malaysia atas tari Pendet. Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi "ucapan selamat datang", meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius.

Dengan adanya klaim tari Pendet ats Malaysia ini. akibatnya Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta terkena teror bom yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Kita harus bersikap tegas ats sikap Malaysia. Kita sebagai negara yang berdaulat dengan keberagaman etnis harus tetap bangga kepada budaya sendiri. Para generasi muda jangan terlena oleh arus modernisasi. Bagaimanapun juga kekayaan bangsa Indonesia harus tetap kita lestarikan.

Bisa saja klaim Malaysia tersebut akibat mereka (Malaysia) melihat kita (Indonesia) kurang care terhadap negaranya. Nilai-nilai otentik oriental dan orisinil tetap harus kita tegakkan. Kita harus tetap mendorong para generasi muda yang merupakan generasi penerus dan pewaris bangsa untuk senantiasa bangga pada budaya bangsa sendiri.

Jangan sampai klaim-klaim seperti ini akan kembali terulang pada waktu dan masa yang lainnya, dan bisa jadi tidak hanya negara tetangga seperti Malaysia yang nantinya akan mengklaim bisa jadi Australia, Singapura, Filipina atau negara tengga lainnya yang akan mengklaim. Tidak ada lagi klaim pulau, tidak ada lagi klaim budaya, dan tidak ada klaim apaun juga. Pemerintah Indonesia harus mampu menunjukkan kewibawaanya terhadap Pemerintah Malaysia dan negara-negara lainnya di dunia.

Ramadhan bulan Kemerdekaan

Tiga minggu yang lalu sama-sama kita rayakan hari ulang tahun Kemerdekaan RI yang ke-64, rasa-rasanya gegap-gempita perayaan untuk memeriahkan hari kemerdekaan kita masih terasa sampai detik ini di bulan Ramadhan ini, yang sudah memasuki hari ke- 16 Ramadhan.

Kalau kita menengok sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, bahwa Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, yang bertepatan dengan hari Jum’at tanggal 8 Ramadhan 1364 H. ini adalah fakta sejarah yang sering dijadikan rujukan peringatan Hari Kemerdekaan RI pada setiap tahunnya, apalagi kalau tepat bersamaan dengan Bulan Ramadhan. Seperti perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 64 Tahun 2009 kemarin yang juga bertepatan menjelang Bulan Ramadhan 1430 H.

Mengapa Saya katakan bahwa Ramadhan adalah Bulan Kemerdekaan? Ada rentetan historis yang bisa dilacak dalam refleksi deskriptif dan faktual sekaligus. Kemerdekaan adalah puncak-puncak perjuangan melawan segala bentuk pendindasan dan penjajahan. Faktualnya, bangsa Indonesia harus berjuang melawan penjajah selama ratusan tahun agar bisa meraih kemerdekaan, merdeka dan berdaulat, membangun sebuah nation state sekaligus welfare state; negara bangsa dan negara berkesejahteran.

Begitu pula, Dalam siklus tahunan kalender Hijriyah, bulan Ramadhan bisa dikatakan sebagai bulan di mana umat Islam meniti dan mengarungi tangga-tangga menuju puncak kemerdekaan hakiki makhluk manusia yang fitri. Tangga-tangga yang dimaksud adalah Rahmah, Maghfirah dan Itqun Min Al-Nar menuju Muttaqien Sejati. Faktualnya: Firman Allah; “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa (Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa…” (Qs. Al Baqarah;183).

Dalam perjuangan melawan penjajah, ada jeda waktu sampai bangsa Indonesia bisa memproklamirkan kemerdekaannya, juga dalam perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan sampai hari ini. Ada fase meraih kemerdekaan, tercapainya kemerdekaan 17 Agustus 1945, fase transisi menuju demokrasi di era Orde Lama, fase Orde Baru dan fase Reformasi.

Apakah kita dan bangsa kita ini sudah merdeka? Menjawab pertanyaan tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan tentunya. Mengapa?

Sebab kemerdekaan adalah proses-proses pencapaian sejarah pembebasan kehidupan manusia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dari segala bentuk tirani dan penindasan. Kemerdekan adalah sesuatu yang tidak pernah final selagi masih ada bentuk-bentuk penindasan dan penjajahan sekecil apapun dan dalam bentuk apapun.

Ada jeda waktu dalam perjuangan melawan hawa nafsu dengan menjalankan puasa wajib selama Bulan Ramadhan agar manusia yang beriman kembali menemukan kondisi fitri atau fitrahnya. Puasa wajib Ramadhan tidak sekedar berpuasa dengan menahan lapar dan dahaga, tidak sekedar tidak makan dan tidak minum, melainkan mengupayakan mengosongkan tindakan dan pikiran dari segala bentuk perbuatan dosa, dengan cara memperbanyak ibadah selama sebulan penuh.

Di dalam bulan Ramadhan ada fase Rahmah (ditebarkan-Nya kasih sayang) di 10 hari pertama, fase Maghfirah (diampuni-Nya segala dosa-dosa kita) di 10 hari kedua dan Fase Itqun Min Al Nar (dibebaskan-Nya kita dari siksa api neraka) di 10 hari ke 3 selama menjalankan puasa wajib Bulan Ramadhan. Pada fase tersebut juga ada Lailatul Qodar, Lailatul Qodri Khoirun Min Alfi Sahr, Malam yang tak sebanding kebaikannya dibandingkan kebaikan Seribu Bulan.

Ketiga fase tersebut merupakan tangga bagi manusia yang beriman untuk kembali menemukan kondisi fitri atau fitrahnya. Penemuan kondisi fitrah inilah yang saya sebut sebagai kemenangan dan kemerdekaan hakiki manusia karena terbebas dan diampuninya segala dosa; “Barang siapa menjalankan ibadah Puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan (berpuasa karena Allah semata), maka Allah akan mengampuni dosa-dosa (yang dilakukan) hamba-Nya di masa lalu (Hadits). Ini janji Allah, dan Allah SWT tidak akan sesekali mengingkari janji-Nya.

Sebagai umat Islam, kita merayakan kemenangan dan kemerdekaan hakiki tersebut di Hari Raya Idul Fitri, hari di mana seharusnya kita (umat Islam) terbebas dari segala dosa, terlahir kembali ke dunia menjadi manusia yang bertaqwa. Pada hari Raya Idul Fitri tersebut, seharusnya dan idealnya, kita Menjadi Manusia Merdeka dalam konteks terbebasnya segala dosa.

Demikian sedikit ulasan.. semoga Allah menerima segala amal ibadah kita dan kita mampu meniti tangga-tangga selama bulan ramadhan ini yang mana marilah kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai kawah candradimuka yang akan menggodok hawa nafsu kita sehingga kita Menjadi Muttaqien Sejati dan Menjadi Manusia Merdeka

Minggu, 23 Agustus 2009

Perjanjian-perjanjian Bersejarah

1.

Perjanjian Bongaya, tahun 1666.
Isi : Raja Hasanuddin dari Makassar menyerah kepada VOC

2.

Perjanjian Jepara, tahun 1676.
Isi : Sultan Amangkurat II Raja Mataram harus menyerahkan pesisir Utara Jawa jika VOC menangk dalam pemberontakan Trunojoyo

3.

Perjanjian Gianti, tahun 1755.
Isi : Kerajaan mataram dibagi menjadi dua bagian yaitu Yogyakarta dan Surakarta.

4.

Perjanjian Salatiga, tahun 1757.
Isi : Surakarta dibagi menjadi dua bagian yaitu Kasunanan dan Mangkunegaran.

5.

Perjanjian Kalijati, tahun 1942.
Isi : Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.

6.

Perjanjian Linggarjati, tanggal 25 Maret 1947.
Isi :
- Belanda mengakui kedaulatan RI atas Sumatra, Jawa, dan Madura.
- Belanda dan RI akan bekerja sama membentuk Negara Indonesia Serikat.

7.

Perjanjian Renville, tanggal 17 Januari 1948.
Isi : RI mengakui daerah-daerah yang diduduki Belanda pada agresi 1 menjadi daerah Belanda.

8.

Perjanjian Roem Royen, tanggal 7 Mei 1949.
Isi :
- Pemerintah Indonesia akan dikembalikan ke Yogyakarta.
- Indonesia dan Belanda akan segera mengadakan perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB).

9.

Pernjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB), tanggal 23 Agustus 1949
Isi :
- Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat.
- Irian Barat akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan.

10.

Perjanjian New York, tanggal 15 Agustus 1962.
Isi :
- Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia melalui PBB.
- Akan diadakan penentuan pendapat masyarakat Irian Barat.

11.

Perjanjian Bankgok, tanggal 11 Agustus 1966.
Isi : RI menghentikan konfrontasi dengan Malaysia.

Sabtu, 08 Agustus 2009

Selamat Kepada Supandri Atas Terpilihnya Sebagai Ketua OSAMA Periode 2009/2010

Mungkin itu kalimat yang pantas kita berikan kepada ananda Supandri yang berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilihan Ketua OSAMA periode 2009/2010, sesuai data yang kami peroleh dari Panitia Pemilihan Ketua OSAMA disebutkan bahwa :
Nomor urut 1. Amita Nurkarimah, memperoleh 9 suara
Nomor urut 2. Muhammad Irfan, memperoleh 29 suara
Nomor urut 3. Supandri, memperoleh 76 suara
Nomor urut 4. Frenji Afrita, memperoleh 9 suara
Nomor urut 5. Ulfa Hanani, memperoleh 19 suara
Nomor urut 6. Irfan M. Siregar, memperoleh 20 suara

Berdasarkan data rekapitulasi suara di atas sudah dapat di pastikan yang akan menggantikan ketua OSAMA sebelumnya M. Jazmi Rafsanjani dan akan menduduki kursi Ketua OSAMA periode 2009/2010 adalah Supandri.

"Ini tidak hanya kemenangan Supandri tetapi kemenangan kita semua, tanpa kita semua OSAMA kedepan tidak akan maju dan berkembang, yuk kita bekerja sama dan saling bahu-membahu demi kemajuan OSAMA khususnya dan Almanar Azhari Umumnnya" ungkap Ustad Ali Nur Ihsan selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dalam sambutannya.

Tentunya, dengan kemenangan ini semua berharap dengan terpilihnya Supandri sebagai ketua OSAMA yang baru, OSAMA kedepan akan lebih baik dan semoga program-program OSAMA kedepan lebih bermutu demi kemajuan AAIBS... Amin


PESTA DEMOKRASI PEMILIHAN KETUA OSAMA (ORGANISASI SANTRI ALMANAR AZHARI) PERIODE 2009/2010


Almanar Azhari, Senin, 3 Agustus 2009. Pesta Demokrasi di Almanar Azhari yaitu Pemilihan Ketua OSAMA perode 2009/2010 di mulai...!!!

Hampir sama teknisnya seperti saat Pemilihan Capres 2009 lalu, dalam pemilihan Ketua Osama periode 2009/2010, Panitia Pemilihan Ketua OSAMA Almanar Azhari mengadakan Debat Calon Ketua Osama yang diikuti oleh para calon Ketua Osama. Kemudian esok harinya diadakan kampanye dari masing-masing kandidat, Dan Almanar Azhari menggunakan sistem pencontrengan para calon Ketua Osama pada surat suara yang akan diadakan tanggal 8 Agustus 2009 mendatang.

Pesta Demokrasi Almanar Azhari dimulai dari tanggal 3 Agustus 2009, yaitu Seleksi para calon Keua Osama yang telah dipilih berdasarkan hasil rapat guru-guru Almanar Azhari dan dipilihlah 6 calon Ketua Osama, 3 santri diantaranya dari Banin, dan 3 santri lainnya dari Banat. dan ini adalah para calon Ketua Osama periode 2009/2010 beserta nomor urutnya :

1. Amita Nurkarimah 4. Frenji Afrita

2. Muhammad Irfan 5. Ulfa Hannani

3. Supandri 6. Irfan Muhammad Siregar